Kenali Audiens Anda
Seorang inbound marketer (marketer yang memilih menggunakan
strategi untuk
menarik customer datang ke perusahaan daripada melakukan
penjualan langsung) harus
mempunyai gambaran mengenai audiensnya agar dapat merancang
konten yang optimal
seperti layaknya publisher. Siapakah customer atau prospek
yang ideal? Apa yang menjadi
perhatian, kebutuhan, minat terbesar mereka? Dari manakah
Anda dapat menarik mereka –
melalui search engine, social media, atau blog – dan konten
seperti apa yang menarik
perhatian mereka? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang dapat
membantu Anda untuk
mengembangkan personifikasi pembeli.
Personifikasi adalah penjelasan fiksional yang dapat
menggambarkan customer ideal Anda, berdasarkan
data nyata termasuk data demografis dan perilaku
mereka saat online, bersama dengan spekulasi
mengenai sejarah atau latar belakang, motivasi, dan
perhatian mereka.
Mengembangkan personifikasi dapat dimulai dengan melakukan
riset atas pelanggan
(customer) yang sudah ada untuk mengidentifikasi tipe
pembeli yang paling umum atas
produk atau jasa Anda. Anda bisa jadi memiliki lebih dari
satu tipe pembeli, namun masing-
masing harus disertai deskripsi detil, termasuk nama, titel
kerja atau peran, informasi industri
atau perusahaan dan informasi demografis.
Sebagai contoh, komunitas pelanggan sebuah bank dapat
terdiri dari pemilik isnis
kecil dan ibu-ibu yang mengatur akun bank untuk keluarga
kecil. Dalam kasus ini, pemasar
bank dapat menamakan personifikasi pembeli dengan “Bob, si
pemilik bisnis” dan“Mary, ibu
yang sibuk” dan juga penjelasan detil mengenai tanggung
jawab mereka, ukuran tipikal
pendapatan bisnis atau rumah tangganya, pada daerah
geografis manakah mereka tinggal,
dan seterusnya.
Berdasarkan profil tersebut, Anda dapat menarik garis
kesulitan (pains), kebutuhan
(needs), dan jenis tantangan (challenge) masing-masing
personifikasi dengan menanyakan
beberapa pertanyaan berikut:
Permasalahan terbesar apakah yang mereka coba selesaikan?
Apakah kebutuhan terbesar mereka?
Informasi apakah yang mereka coba cari?
Trend apakah yang mempengaruhi kesuksesan bisnis atau
pribadi?
Melakukan analisa terhadap jalur perubahan dari seorang prospek
yang berhasil
dikonversi menjadi pelanggan merupakan strategi yang bagus
untuk mendapatkan
pemahaman kebutuhan (needs) dan tantangan (challenge) atas
target audiens Anda
Analisis jalur atas pelanggan dapat
menentukan target pelanggan baru dengan
lebih akurat
Contoh :
Dalam kasus bank tadi, “Bob, si pemilik bisnis” mempunyai
tipikal mencari jasa yang
ditawarkan oleh beberapa merchant seperti pembayaran secara
elektronik dan servis yang
bisa memberikan kredit usaha. Suatu ketika dia membaca
sebuah artikel mengenai
pembayaran secara elektronik dapat meningkatkan arus kas dan
riset mengenai batas kredit
dapat mendanai kegiatan operasi yang sedang berjalan.
Berdasarkan aktivitas tersebut,
kesulitan (pains) / kebutuhan (needs) /tantangan
(challenges) personifikasi dari Bob adalah :
Mengatur arus kas
Memperkecil dampak
penghematan biaya
terhadap bisnisnya
Mengembangkan Profil Pembeli
Selanjutnya adalah mengembangkan profil dari masing-masing
tipikal perilaku
pelanggan saat mereka online. Setelah Anda mengetahui siapa
mereka dan kebutuhan
mereka, sekarang pikirkan semua cara atau pencarian yang
mungkin mereka tempuh untuk
melakukan pembelian dari website Anda maupun website
lainnya. Berikut adalah
pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya Anda tanyakan:
Apa yang mereka lakukan saat online? Apakah mereka membaca
blog? Apakah
mereka aktif di Twitter, Facebook, atau jejaring sosial
lainnya? Pencarian yang
bagaimanakah yang mereka lakukan? Apakah mereka berlangganan
berita melalui
email?
Informasi apakah yang cenderung mereka cari secara online?
Edukasi? Artikel masa
kini yang sedang tren? Alat interaktif seperti kalkulator
atau kertas kerja
(worksheet)? Apakah mereka menonton atau mendengarkan
podcasts?
Produk manakah yang mereka habiskan waktu paling banyak
untuk pencariannya?
Bagaimana mereka akan menggunakan produk tersebut?
Hasil dari proses ini seharusnya menjadi deskripsi detil
atas demografis, kebutuhan,
dan perilaku personifikasi pembeli Anda. Lebih banyak detil
yang Anda masukkan sebagai
informasi personifikasi, semakin mudah bagi Anda untuk
membangun konten bagi masing-
masing target pelanggan dan kemana Anda harus mempromosikan
konten tersebut.
Lakukan Audit Atas Konten
Melakukan audit atas konten yang sudah ada
dapat membantu Anda menemukan celah
untuk diisi dengan konten yang baru
Sekarang setelah Anda telah membangun personifikasi pembeli
dan mengembangkan
pemahaman yang lebih baik atas audiens Anda, jangan
terburu-buru untuk membangun
konten yang baru bagi mereka. Sebaliknya, lakukan audit
formal atas konten yang sudah ada.
Audit atas konten adalah cara yang baik untuk mengetahui
sebaik apakah Anda telah
merespon atau menanggapi topik-topik yang penting bagi
audiens Anda. Melakukan audit
atas konten yang sudah ada dapat membantu Anda menemukan
celah untuk diisi dengan
konten yang baru, atau identifikasi bagian penting dari
konten yang dapat diangkat kembali
dengan format berbeda sehingga dapat menjangkau lebih banyak
prospek.
Untuk melakukan suatu kegiatan audit, kumpulkan dan uji
semua konten yang telah
Anda bangun selama ini, semuanya dapat diperoleh dari
posting di blog, dari podcasts sampai
ebooks, video dan lainnya. Buat sebuah spreadsheet yang
berisi daftar atas semua hal dalam
sesuai judul dan beri label seperti di bawah ini:
Tipe konten
Topik yang dikuasai
Personifikasi pembeli
Tanggal pembuatan
Leads/customer
Selanjutnya, pelajari spreadsheet tersebut untuk membuat
pattern: Apakah konten
Anda tidak berisi tulisan atau konten yang mudah dipahami,
seperti video atau webinars?
Apakah ada topik-topik yang sering Anda angkat sebagai
konten? Apakah Anda selama ini
terlalu fokus dalam membangun konten untuk sekelompok
personifikasi pembeli tertentu
dan mengabaikan kelompok lainnya? Topik apakah yang secara
umum memberikan hasil yang
lebih baik bagi tipe konten tertentu?
Melakukan audit pada konten dan menganalisa hasil dapat
membantu Anda membuat
daftar tujuan dan petunjuk dalam pembuatan konten berikutnya,
seperti meningkatkan
produksi video, mengembangkan konten bagi kelompok
personifikasi tertentu, atau
mengidentifikasi daftar topik selanjutnya bagi webinars atau
ebooks di masa depan.
Identifikasi Siklus Pembelian
Konten memainkan peran kritis dalam setiap tahap dalam
proses pemasaran inbound,
dimulai dari kesadaran (awareness) atas perusahaan Anda,
dalam mengubah prospek
menjadi pelanggan. Namun tipe konten yang seharusnya Anda
gunakan untuk mencapai
masing-masing tujuan seringkali berbeda satu sama lainnya,
dimana berarti Anda harus
memastikan Anda membangun konten untuk masing-masing tahap
dalam siklus pembelian.
Pertama, pertimbangkan personifikasi pembeli dan pelajari
hasil dari usaha
pemasaran yang telah Anda lakukan sebelumnya guna mengidentifikasi
tahapan penting apa
saja yang dilalui oleh prospek sebelum menjadi pelanggan.
Berikut adalah empat tahap tipikal
dari siklus pembelian:
1. Kesadaran (awareness)
Prospek baru mengenal merek Anda atau baru menyadari
kebutuhan akan produk
atau jasa Anda.
2. Melakukan Riset / Edukasi (Research / Education)
Prospek mengetahui adanya masalah dan melakukan riset untuk
mencari solusinya
termasuk produk atau jasa yang Anda tawarkan.
3. Melakukan Perbandingan / Pengesahan (Comparison /
Validation)
Prospek menguji pilihan solusi dan mulai mempersempit daftar
vendor (penyedia
solusi).
4. Pembelian (Purchase)
Prospek memutuskan dari pihak manakah ia akan membeli.
Pemetaan Konten Anda
Selanjutnya, Anda harus melakukan identifikasi tipe konten
dan channel terbaik yang
akan membawa konten kepada audiens Anda pada tiap tahap
dalam siklus pembelian.
Tentunya, prospek terbiasa terlibat dengan channel tertentu
sepanjang proses pembelian,
seperti membaca posting di blog atau mengikuti perkembangan
merek Anda melalui social
media tertentu. Namun, pembelajaran dalam pemasaran
menunjukkan bahwa tipe konten
tertentu memainkan peran penting pada tahap spesifik dalam
proses keputusan pembelian.
Berikut adalah pemetaan proses pembelian beserta tipe
konten:
Membuat Kalender Editorial
Kalender editorial bermanfaat
untuk anda seperti peta jalan atau
roadmap pembuatan konten
Setelah Anda selesai melakukan ketiga tahap dalam membangun
aliran ide konten
yang mantap, Anda harus memiliki sense yang baik untuk
menentukan siapa yang menjadi
target Anda dan konten yang bagaimanakah yang lebih
dibutuhkan untuk mendorong
pembelian dan kepuasan pelanggan. Langkah terakhir adalah
membuat kalender editorial
yang memaparkan kapan dan kemana arah penyebaran konten.
Sebuah kalender editorial berlaku seperti peta jalan atau
roadmap pembuatan
konten, menunjukkan konten apakah yang perlu Anda
persiapkan, topik apakah yang perlu
diulas, personifikasi manakah yang menjadi target, dan
seberapa sering konten perlu
diumumkan untuk mendukung strategi inbound marketing.
Siapkan Kalender Editorial
1. Buat sebuah Google calendar atau spreadsheet untuk
mencatat semua rencana
editorial. Anda harus membuat rencana minimal untuk tiga
bulan ke depan, tetapi
akan lebih baik jika Anda dapat membuat perencanaan untuk
enam bulan ke depan
atau malah untuk satu tahun.
2. Mulailah mengerjakan rencana Anda secara terbalik,
dimulai dari tujuan pemasaran
untuk mengarahkan perencanaan. Perhatikan jumlah traffic,
berapa banyak
prospek, dan berapa banyak pelanggan yang ingin Anda capai
tiap bulannya.
Analisalah usaha pemasaran Anda sebelumnya untuk menentukan
berapa banyak
dari konten yang Anda butuhkan untuk mencapai tujuan
tersebut.
3. Isilah tanggal spesifik pada kalender Anda terutama untuk
tugas publishing, seperti
meng-update blog dan jejaring sosial Anda setiap harinya,
posting video baru atau
podcasts setiap minggunya, menerbitkan ebooks atau hosting
pada webinars setiap
bulannya, dan seterusnya. Tujuannya adalah menciptakan
kombinasi yang baik atas
tipe konten, topik, dan personifikasi untuk memastikan Anda
menjangkau semua
segmen.
4. Catat kata-kata yang sering dipakai dalam SEO (Search
Engine Optimization) yang
mengantarkan customer berkunjung ke website Anda, tahapan
dalam siklus
pembelian, ajakan untuk bertindak (call-to-action), atau gol
pemasaran inbound
yang perlu dicapai oleh masing-masing tipe konten.
15
Practical help and advice for startups
Petunjuk Praktis Strategi Membuat Killer Content
5. Buat catatan atas tanggal-tanggal penting atau event
eksternal yang dapat dipakai
sebagai topik spesifik atau tipe konten. Sebagai contoh,
retailer akan
memperhatikan beberapa hari libur seperti hari Natal,
Halloween, atau hari Ibu dan
merencanakan konten yang sesuai dengan tema event tertentu.
Pemasar B2B
(business to business) akan mencatat pameran perdagangan
industri yang penting
untuk dihadiri, dan menjadwal update blog mereka, ikhtisar,
dan video dari event
tersebut.
6. Cari peluang mem-publish variasi jenis konten yang sudah
ada. Sebagai contoh,
penerbitan laporan riset atau penelitian.
7. Buat tab terpisah untuk masing-masing konten yang Anda
publish, seperti posting
blog, webinars, ebooks, video, dan lainnya. Dengan begitu,
Anda dapat memastikan
Anda telah cukup mem-publish untuk masing-masing tipe
konten, dan
menyebarkan konten yang sesuai untuk target personifikasi
pada tiap tahapan
siklus pembelian.
Saat yang tepat bagi anda untuk melihat
kalender editorial
Pada akhir proses ini Anda akan menemukan diri Anda telah
mengisi sebagian besar
kalender Anda dengan rencana detil untuk konten. Tidak ada
lagi yang datang untuk
bekerja tiap pagi tanpa mengetahui hal yang akan Anda
terbitkan untuk mencapai
gol pemasaran inbound.
Tak masalah apabila Anda menemukan beberapa celah. Anda
memerlukan
fleksibilitas untuk mengisinya dengan berita atau topik
terhangat yang muncul
sepanjang tahun. Selama minggu-minggu ketika Anda tidak
menemukan inspirasi
untuk menulis blog post, cobalah lihat kalender editorial
Anda, Anda akan
mengingat kembali topik apa saja yang sudah Anda cover dan
rencana topik bulan
depan atau minggu depan, paling tidak Anda dapat
mempersempit pilihan.
Sekarang setelah Anda melengkapi empat tahap dari strategi
membangun konten,
mari perhatikan beberapa tips untuk mengisi kalender Anda
dengan beberapa
konten yang akan menginspirasi prospek Anda dalam
mengkonsumsi konten,
membagi, dan mengambil tindakan!
10 Tips Membuat Killer Content Konten yang 'Mematikan' !
Kalender editorial akan memakan waktu paling banyak dari
Anda untuk menebak-
nebak apa yang harus Anda terbitkan setiap minggunya, tetapi
Anda tetap harus membuat
konten yang relevan, membantu, dan menyenangkan. Sementara
Anda sudah mengetahui
topik apa saja yang perlu Anda bahas atau personifikasi
pembeli mana saja yang menjadi
target, Anda masih harus memutuskan pendekatan yang perlu
dilakukan untuk masing-
masing blog post, webinar, ebook, dan potongan konten
lainnya yang Anda buat.
Hanya sedikit dari kita yang cukup kreatif, dimana setiap
saat siap dengan berbagai ide
menarik untuk diangkat menjadi konten yang hebat. Publisher
yang hebat menyadari hal ini,
oleh karena itu mereka menggunakan trik, alat, dan template
untuk membantu mereka
membuat konten yang segar setiap minggunya. Berikut adalah
10 tips untuk membantu Anda
dalam menyiapkan ide-ide konten menarik sehingga Anda tidak
akan pernah kehabisan akal.
Ikuti perkembangan berita industri
Anda harus selalu berhubungan dan mengikuti berita dan tren
yang berkaitan dengan
industri Anda apabila Anda ingin menciptakan konten yang
relevan dan tepat waktu. Situasi
sekarang sangat kondusif bagi Anda untuk mudah mengikuti
perkembangan berita meskipun
banyak sekali jumlahnya di luar sana :
Berlangganan (subscribe) RSS feeds dari blogger yang
mengulas tentang industri atau
yang dapat menjangkau target audiens Anda.
Berlangganan berita (newsletter) di email dari penerbit
niche yang mengulas tentang
industri, termasuk vendor dan kompetitor Anda.
Atur Google Alert untuk keywords yang berkaitan dengan
industri Anda, produk
Anda, dan pain point dari target market Anda.
Dengan mengecek feeds ini setiap harinya, Anda akan
menemukan banyak sekali ide
untuk konten. Anda dapat menulis pendapat Anda mengenai
beberapa headline yang sering
dibahas atau menjelaskan alasan mengapa beberapa event patut
diperhatikan oleh audiens
Anda. Sebagai contoh, sebuah agen perjalanan (travel) dapat
mengulas di blognya mengenai
kondisi perekonomian Eropa yang sedang bergejolak dan dampak
kondisi ini bagi traveler.
Memantau percakapan sosial
Social media memberi Anda akses untuk mengetahui apa yang
sedang ramai
dibicarakan oleh prospek Anda. Jika Anda mendengar dengan
seksama, Anda akan
menemukan banyak ide untuk konten baru. Tidak hanya itu,
konten yang diperoleh dari
percakapan sosial menunjukkan tipe informasi yang mudah
didistribusikan atau disebarkan
melalui social media.
Sebagai contoh, apabila Anda menemukan banyak orang yang
menanyakan hal yang
sama mengenai produk atau jasa yang Anda tawarkan, Anda
dapat membuat konten yang
dapat menjawab pertanyaan tersebut. Banyak orang mencari
rekomendasi melalui Twitter
atau Facebook dalam memilih vendor baru atau penyedia
layanan. Jadi mengapa Anda tidak
membuat sebuah ebook yang menyediakan saran, yang nantinya
dapat Anda bagikan ketika
seseorang mencari rekomendasi.
Agar Anda dapat lebih efisien dalam memantau percakapan
sosial, Anda perlu
memanfaatkan beberapa software pemasaran yang dapat membantu
menyaring
pembahasan atau diskusi yang Anda cari dan mengidentifikasi
satu yang paling menarik bagi
Anda. Anda dapat melakukannya dengan menggunakan beberapa
tools seperti Hootsuite,
Tweetdeck.
Rekrut sebuah tim sebagai Pencipta Konten
Apabila Anda sedang membaca ebook ini, kemungkinan Anda-lah
yang mengambil
bagian terbesar dalam menciptakan konten pemasaran inbound
bagi perusahaan Anda,
namun mungkin juga tidak demikian. Anda bisa memanfaatkan
berbagai sumber dalam
organisasi Anda. Orang-orang dari bagian teknik, dari bagian
layanan pelanggan, manajer
produk, dan bagian lainnya yang mempunyai peran unik dalam
aspek penting bisnis Anda.
Ajak rekan kerja Anda agar berkontribusi dengan:
Meminta mereka untuk menulis blog post secara berkala mengenai
fungsi kerjanya
Mewawancarai mereka dan memposting video yang berisi sharing
keahlian mereka
Mengundang mereka untuk membawakan presentasi atau menjawab
pertanyaan-
pertanyaan di webinar.
Anda juga dapat menemukan ide konten dari luar organisasi.
Banyak konten online
bermunculan dengan adanya freelance writer atau editor yang
akan bersedia menulis untuk
blog atau ebook Anda. Anda dapat memilih topik spesifik yang
ingin diangkat, gaya penulisan,
target audiens yang ingin dijangkau, dan secara tipikal Anda
tidak perlu membayar sampai
artikel selesai dibuat.
Siapkan 'tabungan' konten dan 'bank' gaya penulisan
Menulis secara berkala adalah landasan yang penting bagi
pemasaran inbound, jadi
pastikan Anda mempunyai cukup banyak ide di tangan Anda
untuk memperbarui blog Anda
setiap harinya. Siapkan 'simpanan' daftar topik yang ingin
Anda bahas. 'Bank' daftar gaya
penulisan dapat menjadi strategi penulisan lainnya. 'Bank'
gaya penulisan pada umumnya
mencakup template penulisan dan ide desain yang dapat
menghasilkan konten yang menarik.
Ide untuk 'bank' gaya blog Anda:
Daftar bulleted
Buku, film, dan review produk
Foto dan keterangan
Video
How-to-guides
Wawancara
'Bank' gaya penulisan dapat menjadi sumber yang baik ketika
kontributor bagi blog
dan penulis ebook Anda tidak tahu dari mana harus memulai
ketika mereka diberi tugas untuk
mengisi konten. 'Simpanan' Anda dapat sangat membantu saat
kontributor menghadapi
halangan ketika mengisi konten Anda.
Mengulas kembali konten yang sudah pernah diangkat
Hampir semua bagian dari konten yang pernah Anda buat bisa
diadaptasi, dipakai
kembali, dimodifikasi, dan diterbitkan kembali dengan format
yang berbeda. Biasakanlah
untuk menemukan berbagai cara untuk mendistribusikan
informasi yang sama dengan
berbagai format yang berbeda.
Berikut beberapa ide terkait penggunaan kembali konten lama:
Mengkombinasikan tulisan lama dengan video baru untuk
membuat sebuah video
(multimedia) ebook.
Petunjuk Praktis Strategi Membuat Killer Content
Mengubah video ke dalam bentuk blog post atau ebook.
Masing-masing video dapat
dipakai sebagai dasar atau basis blog post dengan
menyertakan link video bersama
dengan beberapa contoh.
Gunakan pertanyaan dan komentar dari webinar untuk membuat
ebook. Kemudian
Anda dapat mengumpulkan sejumlah pertanyaan yang paling
sering ditanyakan atau
paling menarik bagi audiens dan mengajak tim Anda untuk
bersama-sama memberi
jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jawaban
tersebut dapat dipakai
sebagai sebuah bagian dari konten yang dapat menjadi solusi
bagi prospek.
Bagikan semua presentasi dari perusahaan Anda dalam berbagai
format. Posting
slide presentasi di SlideShare, meng-upload video pidato ke
Youtube, dan buatlah
posting di blog bersambung atau serial yang mengulas secara
detil masing-masing
poin yang dibahas selama presentasi.
Bawalah Kamera Video kemanapun Anda berada
Membuat konten video tidak memerlukan proses produksi secara
besar-besaran.
Sangatlah mudah untuk membuat video baru apabila Anda
membawa sebuah iPhone atau
device lainnya di tangan Anda.
Berikut beberapa ide video yang sederhana:
Apabila Anda menemukan sebuah pertanyaan di Twitter dan
seseorang dari
perusahaan Anda dapat menjawabnya, maka rekamlah jawaban
tersebut ke dalam
bentuk video dan tweet link video tersebut.
Selalu ingat untuk membawa sebuah kamera ke pameran
perdagangan atau event
industri lainnya dan rekamlah video singkat, seperti mewawancarai
beberapa ahli
dari industri yang terkait atau survey atas audiens. Sebuah
ide yang sederhana
lainnya, seperti menanyakan sepuluh orang untuk membagi
pendapat mereka
tentang hal-hal yang mereka temui atau pelajari selama
pameran atau event, dapat
diedit menjadi posting blog dengan video yang menarik.
Menulis Fitur tahunan dan Fitur terbaik
Menyimpulkan, mengulas, dan melihat kembali ke belakang
kejadian-kejadian
menarik yang terjadi setahun terakhir adalah teknik klasik
yang dipakai oleh penerbit majalah
untuk mengisi halaman-halaman majalah mereka, terutama
menjelang akhir tahun dan
musim panas.
Practical help and advice for startups
Petunjuk Praktis Strategi Membuat Killer Content
Temukan celah yang masih kosong dalam kalender editorial
Anda untuk diisi dengan fitur-fitur,
seperti:
Kumpulan posting-posting blog yang paling populer dalam
setahun, dibuat ke dalam
sebuah ebook untuk diterbitkan setiap bulan Desember.
Daftar produk-produk unggulan dalam setahun bagi
retail-retail pilihan (niche).
Sebuah daftar bacaan untuk musim panas yang berisi buku-buku
bisnis menarik bagi
audiens B2B (business-to-business).
Ada beberapa topik yang memang mudah untuk dikumpulkan dan
yang dapat
menjangkau audiens yang lebih luas. Coba pikirkan beberapa
daftar topik yang kreatif dan
menarik untuk dikumpulkan, yang akan membantu Anda kelihatan
lebih menonjol dibanding
dengan kampanye pemasaran lainnya selama periode penjualan
yang tinggi.
Melakukan Riset Orisinil
Pelanggan, prospek, blogger, dan wartawan yang biasanya
memberi perhatian pada
industri Anda akan menyukai data baru. Temukan cara untuk
mengumpulkan informasi
tentang penjualan terakhir Anda atau audiens Anda untuk membuat
riset unik bagi audiens di
niche Anda.
Sebagai contoh, sebuah retailer kopor online Suitcase.com
membuat sebuah laporan
mengenai kopor pelanggan melalui pengamatan (survey)
pelanggan dan preferensi kopor
yang mereka pakai. “Orang-orang memberi respon secara cepat
dan memberitahu kami
(kopor) apa yang mereka cari,” jelas John Ebb, CEO dari
Suitcase.com. Menurut studi kasus
MarketingSherpa, traffic di blog milik Suitcase.com melonjak
lima kali lipat setelah laporan
tadi diterbitkan.
SurveyMonkey dan SurveyGizmo memberi Anda kemudahan untuk
melakukan
survey atas audiens Anda secara online. Namun apabila Anda
tidak ingin membuat survey,
Anda juga dapat mencari data penjualan untuk menemukan tren
menarik dalam pasar Anda,
seperti produk Anda dengan penjualan tertinggi, penyebaran
(distribusi) geografi dari
pelanggan Anda, kebiasaan berbelanja pelanggan (waktu dalam
hari, hari dalam minggu, dan
sebagainya), atau demografi pelanggan Anda.
Melihat keluar atau melewati batas industri dan
audiens Anda
Relevan tidak berarti Anda hanya dapat menulis mengenai
topik pilihan bagi audiens
pilihan (niche) Anda. Faktanya, melihat lebih jauh dari
niche Anda justru membantu Anda
melihat koneksi yang bermanfaat antara hal-hal yang tidak
berkaitan tapi bisa menjadi
inspirasi yang menarik.
Seorang peneliti social media, Dan Zarella menyebut konsep
ini sebagai “kombinasi
relevansi” dan merekomendasikan hal ini sebagai cara untuk
membuat konten yang akan
memperoleh perhatian massa. Lagipula, pelanggan dan prospek
Anda memiliki banyak sekali
minat yang berbeda, sehingga ketika Anda menawarkan sesuatu
yang berkaitan dengan minat
mereka dengan cara yang mengejutkan, Anda sesungguhnya
memperoleh peluang untuk
mendapat perhatian dari orang-orang yang peduli mengenai hal
tersebut.
Bukalah mata Anda kemanapun Anda melangkah untuk menemukan
contoh nyata
kombinasi relevansi tersebut. Seperti suatu pengalaman buruk
dengan penerbangan akibat
pembatalan jadwal terbang dapat mengundang perhatian pada
suatu posting di blog
terutama mengenai pentingnya layanan pelanggan. Sebuah film
populer mungkin dapat
menginspirasi Anda untuk membandingkan karakter-karakter
dalam film dengan produk-
produk yang Anda jual. Jika Anda melihat pelatih dari tim
sepakbola favorit Anda salah
melakukan pengambilan keputusan, coba bayangkan hal tersebut
terjadi di manajemen
bisnis.
Ada berbagai kemungkinan yang tidak terbatas apabila Anda
melihat dunia ini sebagai
bahan bakar atau sumber inspirasi bagi konten pemasaran
Anda.
Simpanlah sebuah daftar konten yang masuk dalam kategori
Evergreen (tidak aus oleh perubahan waktu)
Tidak semua hal dapat dijadikan cerita yang menarik, tren
terkini, atau buzz terkini di
social media tidak selalu menarik. Nyatanya, terkadang Anda
merasa tidak dapat menemukan
hal baru untuk diulas.
Pada saat-saat seperti ini, berpaling kepada konten
evergreen akan sangat membantu.
Konten evergreen selalu mencakup pilihan topik yang selalu
menarik bagi audiens Anda,
terlepas dari tren musiman, kondisi perekonomian, atau
faktor eksternal lainnya. Misalnya,
beberapa topik evergreen meliputi:
Gagasan untuk menghemat waktu atau uang
Kesehatan pribadi dan saran kebugaran
Artikel yang mencakup permasalahan umum bagi audiens
Artikel-artikel inspirasional
Topik-topik evergreen tidak hanya membantu Anda mengisi
celah dalam kalender
editorial Anda, namun juga merupakan aset yang sangat
berharga bagi pemasaran inbound.
Tipe konten ini bisa secara berkelanjutan menyetir traffic
website Anda selama beberapa
bulan atau malah beberapa tahun, selama ada audiens di luar
sana yang mencari saran-saran
yang dapat Anda bagikan.
24
Practical help and advice for startups
Petunjuk Praktis Strategi Membuat Killer Content
Kesimpulan &
Sumber-Sumber
Tambahan
Sekarang Anda sudah siap untuk mulai mengembangkan strategi
dan menyiapkan
killer content atau konten yang mematikan. Ingatlah beberapa
poin penting yang telah
dibahas:
Manfaatkan informasi mengenai perilaku dan demografis
prospek Anda untuk
mengembangkan profil personifikasi pembeli berdasarkan minat
dan kebutuhan
mereka, kemudian suguhkan konten yang sesuai.
Sebelum Anda membuat konten baru, lakukanlah audit atas
konten yang sudah ada
untuk mengidentifikasi topik dan personifikasi yang menjadi
fokus Anda dan aturlah
panduan untuk membuat konten baru.
Petakan konten pada siklus pembelian pelanggan Anda untuk
memastikan Anda
membuat konten yang tepat untuk pembaca atau audiens pada
tahap-tahap mereka
sedang berada.
Buat kalender editorial untuk membangun jadwal detil
pembuatan dan penerbitan
konten.
Temukan cara-cara baru untuk menemukan topik kreatif yang
relevan, membantu,
dan menarik bagi pembaca atau audiens Anda, dan siapkan
sebuah daftar atas ide-
ide konten sehingga Anda selalu punya pegangan ketika Anda
siap menulis.
Tentunya, konten tidak dapat berdiri sendiri untuk mencapai
kesuksesan pemasaran
inbound. Setiap potongan konten yang Anda buat harus sesuai
dengan strategi SEO secara
keseluruhan, keterkaitan dengan social media, pengukuran,
dan optimisasi. Namun dengan
adanya strategi yang telah didefinisikan dengan baik,
kalender editorial yang detil, dan sebuah
daftar topik, Anda akan dapat menerbitkan konten layaknya
seorang professional dan Anda
akan berada pada jalan yang tepat sebagai seorang pemasar
yang lebih efektif.